Search

TNI Manunggal Membangun Desa ke-103 Tahun 2018 Kabupaten Kediri (adv)

TNI Manunggal Membangun Desa ke-103 Tahun 2018 Kabupaten Kediri (adv)


 

 

 

Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)

Kodim 0809 Kediri bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri menyelenggarakan Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2018. Kegiatan ini diselenggarakan di Lapangan Desa Mlati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin (15/10/2018). (Foto: Kominfo/yda,all team,tj,wk)

Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno. Hadir dalam kegiatan ini Danrem 082 Mojokerto, jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, Kapolres Kediri Kota, tokoh agama, karang taruna dan tokoh masyarakat Kabupaten Kediri.

Dalam amanatnya Bupati Kediri membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur dalam pembukaan TMMD ke-103 tahun 2018. Disampaikan bahwa pada bulan Oktober diperingati beberapa momen bersejarah yaitu, pada tanggal 1 Oktober adalah Hari Kesaktian Pancasila dan tanggal 5 Oktober 2018 adalah HUT TNI ke-73.

Selanjutnya untuk masyarakat Jawa Timur tanggal 12 Oktober 2018 merayakan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-73. Tema Hari jadi Provinsi Jawa Timur ke-73 adalah “Makmurkan Jawa Timur Melalui Industri UMKM Berbasis Digital”.

“Ini merupakan sebuah tekad dan semangat Provinsi Jawa Timur membangun ekonomi berbasis digital, agar mampu tumbuh inklusif dan berkelanjutan dengan fokus pada segmen Industri UMKM.”

Dibacakan selanjutnya oleh Bupati Haryanti, sebagaimana diketahui bersama bahwa pelaksanaan kegiatan TMMD merupakan salah satu program lintas sektoral baik dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Mayarakat yang lokasi sasaran di tempatkan di daerah terpencil, terisolasi dan terpinggirkan.

“Dengan adanya program TMMD diharapkan dapat membantu meningkatkan percepatan pembangunan melalui pertumbuhan ekonomi di daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat, menurunkan kemiskinan serta menempatkan desa sebagai subjek pembangunan, dimana desa dapat merencanakan sendiri, melaksanakan sendiri, dan memberdayakan sendiri masyarakatnya,” terangnya.

“Upaya pemerintah dalam mewujudkan program Nawacita yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan cara memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI. Membangun desa harus menjadi prioritas karena sangat terkait dengan upaya membangun dari pinggiran dengan cara memperkuat daerah-daerah di pedesaan,” tambahnya.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta Kabupaten, Masyarakat dan TNI AD di semua Lokasi Sasaran TMMD mendukung pelaksanaan kegiatan baik Fisik maupun non fisik. TMMD bukan semata membangun sarana fisik bagi masyarakat desa, melainkan juga menumbuhkan semangat percaya diri masrakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi,” jelasnya.


Baca juga : TMMD ke-103 Tahun 2018 Kabupaten Kediri, TNI Bangun 1.7 Km Jalan dan Rehab 100 Rumah (adv)


“Dukungan Pemerintah Provinsi pada pelaksanaan TMMD ke seluruh lokasi sasaran berupa bantuan keuangan, Vasektomi Tanpa Pisau (VTP) Kit, Implant Kit, Obgyn Bed, pemasangan dan pembongkaran umbul-umbul KB, pelayanan KB gratis. Ada beberapa dukungan kegiatan yang tidak berada di semua lokasi TMMD yaitu Penyuluhan Hukum, Kegiatan Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalinmatra), Paket Pelatihan Berbasis Masyarakat, Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu. Hasil pelaksanaan TMMD dapat langsung dirasakan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Oleh karena itu perlunya peran masing-masing untuk bisa berkolaborasi, berkoordinasi, berkomunikasi serta bersinergi dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan TMMD,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan TMMD dilaksanakan selama 30 hari yaitu mulai tanggal 15 Oktober sampai dengan 13 Nopember 2018 di 5 (lima) daerah lokasi sasaran, dengan harapan akan mencapai hasil yang optimal sebagaimana yang kita rencanakan bersama dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, serta sejalan dengan semangat yang tertuang dalam Tema TMMD ke-103 tahun 2018 yaitu “TNI Manunggal Rakyat dalam Mewujudkan Desa yang Maju Sejahtera dan Demokratis”.

TNI Manunggal Membangun Desa, Membuat yang Jauh Menjadi Dekat

Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Pemerintah yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, dan perbatasan.(Foto: Kominfo/yda,all team,tj,wk)

Sebagai program untuk membantu desa dalam memperbaiki sarana prasarana jalan sebagai sarana transportasi yang menghubungkan suatu desa/daerah dengan desa/daerah lainnya. Sehingga diperlukan adanya proyek penunjang yaitu TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Di Kabupaten Kediri program TMMD terpusat di Kecamatan Mojo, tepatnya di Desa Jugo dan Desa Blimbing, dimana dua desa tersebut saling berbatasan dan letaknya pun di lereng Gunung Wilis. Medan untuk menempuhnya juga cukup sulit karena harus melewati perbukitan yang terjal.

Dijelaskan oleh Kepala Desa Jugo, bahwa jalan ini merupakan akses terdekat menuju Desa Blimbing. Biasanya masyarakat sekitar harus berputar terlebih dahulu jika ingin berkunjung ke desa tetangga tersebut. “Itu membutuhkan waktu yang cukup lama,” jelas Jayadi Kepala Desa Jugo ketika masa pra TMMD pada Kominfo, (26/9/2018).

Kegiatan TMMD yang membangun infrastruktur jalan rabat beton perbatasan antara Desa Jugo dengan Desa Blimbing Mojo ini sangat membantu warga. Panjang jalan rabat beton untuk Desa Jugo sepanjang 667 Meter, sedangkan Desa Blimbing sepanjang 1115 Meter dengan lebar jalan 3 meter dan ketebalan 15 Cm.

Selain untuk akses jalan alternatif, banyak sekali manfaat lain jalan ini. Masyarakat biasa mempergunakannya untuk membawa hasil pertanian saat panen tiba. Komoditas utama Desa Jugo ini adalah tanaman cengkih.

Danramil Kras Supriyadi sebagai pengawas kegiatan pra TMMD mengatakan, kebetulan hari ini ia mendapat giliran menjadi pengawas dan ini sudah kedua kalinya. Setiap hari dikerahkan 10 personil untuk bahu-membahu membangan jalan rabat ini.

“Setiap hari kami bekerja mulai pukul 07:00 WIB sampai jam 16:00 WIB. Masyarakat juga ada yang membantu pekerjaan disini, biasanya ada 5 sampai 10 orang yang membantu. Gotong-royong memang sangat dibutuhkan agar pekerjaan ini cepat selesai dan jalan bisa segera dilalui oleh masyarakat,” harapnya.

“Yang menjadi kendala selama masa pra TMMD adalah medannya yang cukup terjal sehingga alat berat sulit menjangkaunya. Pada awal menggarap hanya mendapat 10-15 meter perhari, tapi sekarang sudah mudah dan tiap hari bisa menggarap 30-35 meter,” ungkapnya. (Kominfo/lks,ans,tj,wk) (Advertorial) (A Rudy Hertanto)

INDEX